Beberapa hari terakhir ini sejak 2 minggu yang lalu, tepatnya sejak tanggal 24 Mei 2008, warga kota Malang dibuat gelisah akibat seringnya terjadi pemadaman listrik secara bergilir oleh pihak PLN, kegelisahan itu semakin menjadi-jadi karena sebagian pelajar dan mahasiswa saat ini sedang menempuh ujian sekolah, sehingga sangat mengganggu persiapan mereka untuk belajar karena tidak adanya penerangan yang memadai.Uniknya lagi, pemadaman itu tidak bisa diprediksi oleh masyarakat, walaupun terjadi hampir setiap hari, karena pihak PLN tidak mensosialisasikan jadwal maupun lokasi yang akan dilakukan pemadaman, sehingga masyarakat kota Malang, khususnya dari kalangan Industri dan Pengusaha dibuat bingung untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman di wilayahnya.
Puncak dari pemadaman ini, terjadi pada hari Jum’at, 6 Juni 2008 yang lalu, dimana separuh kota Malang termasuk di jantung kota listriknya padam, sehingga seolah-olah kota Malang mengalami Black Out.
Permasalahan ini sempat menjadi topik utama selama beberapa hari di salah satu radio swasta di Malang, yaitu sebuah radio yang setiap harinya membahas masalah layanan umum, namun sayangnya ketika diwawancarai secara ON AIR oleh penyiarnya, Supervisor Distribusi PLN APJ Malang Dwi Tjahyo, mengaku tidak bisa memberikan jadwal giliran dan lokasi pemadaman, dengan alasan bahwa pemadaman bergilir ini bukan sebuah langkah yang direncanakan, namun itu sebagai langkah darurat, akibat adanya defisit daya listrik yang dikarenakan tersendatnya pengiriman BBM.
Begitu juga dengan Santjoko, Assisten Manajer Pemasaran PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Malang, juga mengatakan belum bisa memastikan kapan pemadaman listrik bergilir ini akan berakhir, sebab sampai hari ini ( 8 Juni 2008 ) pasokan listrik masih di bawah rata-rata, namun meski begitu angka defisitnya sudah tidak sebesar minggu-minggu sebelumnya.
Tidak adanya kesiapan dan kesanggupan pihak PLN untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, membuat geram Yayasan Lembaga Konsumen Malang (YLKM). Soemito, ketua YLKM, mengatakan, PLN tidak bisa berbuat sewenang-wenang dengan tidak berupaya memberitahu konsumen-nya, bagaimanapun mereka (PLN) harus mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat khususnya Industri dapat mengantisipasi sebelumnya.
"Pokoknya apapun caranya, jika pemadaman ini masih berlanjut, mereka harus membuat pemberitahuan kepada khalayak, tidak bisa dengan seenaknya melakukan pemadaman, karena sebetulnya hal ini bisa direncanakan," demikian kata Soemito setengah geram.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar